Pilih Laman

Awal pandemi, saya mengeluhkan banyaknya webinar. Bukan hanya terlalu lama menatap laptop yang membawa radiasi tapi juga kuota internet yang cepat habis. Dalam sehari bisa tiga atau empat webinar, alokasi kuota intenet untuk satu bulan pun ludes dalam satu pekan.

Menguatkan Semangat di Saat Pandemi

Saya seorang dosen di sebuah kampus swasta di Banten. Sejak pandemi karena Covid-19 saya kuliah secara daring. Dari bulan Maret 2020 sampai sekarang masih daring. Terhitung sudah 1,5 tahun mengajar daring. Bahkan kampus masih juga kuliah daring saat sekolah sudah mulai tatap muka terbatas.

Kuliah secara daring punya banyak tantangan. Saya juga sering tidak menggunakan zoom meeting saat kuliah karena memang membutuhkan kuota internet yang besar. Di daerah saya juga masih banyak yang blind spot. Daerah tidak ada sinyal. Kalau listrik mati, internet hilang.

Kalau dirata-rata dalam satu bulan hanya dua kali menggunakan zoom meeting. Namun saya menekankan saat zoom meeting harus open camera sebagai bentuk penghormatan kepada dosen, sebagai bentuk adab dalam menuntut ilmu. Kalau satu bulan hanya dua kali open camera saat menggunakan zoom saya rasa tidak memberatkan.

Sungguh perlu biaya yang tidak kecil untuk perkuliahan daring. Saya pernah cek dalam sekali zoom, bisa menghabiskan 2-3 GB kuota internet. Kalau punya 10 GB, rata-rata terpakai 4-5 hari saja. Kebayangkan seberapa besar biaya untuk perkuliahan daring ini? Rata-rata sebulan menghabiskan Rp. 200 ribu untuk kuliah daring saja. Belum untuk keperluan lain, lho.

Hikmah Pandemi: Semakin Melek dengan Teknologi

Sebelumnya nyaman dengan kertas dan pena. Paling banter menggunakan laptop dan power point. Saat pandemi, dosen harus mahir menggunakan zoom meeting, google meeting, atau Cisco Webex.

Sejujurnya saya buta sekali dengan aplikasi itu. Namun, keadaan memaksa. Saya bertekad harus menguasainya. Saya belajar dari internet. Searching ini itu bahkan dari dasar seperti membuat akun video meeting.

Tak hanya itu saya juga mulai belajar tentang Google form, google classroom, dan turunannya. Ribet sih ribet. Pusing iya. Tapi demi pendidikan anak bangsa maka harus bisa menguasainya.

Kalau tak mengerti tentang fitur di google drive saya bertanya ke dosen lainnya. Atau bertanya ke mahasiswa. Dosen jangan malu bertanya ke mahasiswa kalau memang tidak tahu. Lebih baik jujur tidak bisa daripada terganggu proses kuliah.

Kalau pun belajar secara otodidak juga lebih bagus. Sebab akan lebih lama ingatannya. Ya, dengan mencari dan menemukan sendiri, biasanya tertanam lebih lama ketimbang diajari. Namun, belajar sendiri atau diajari yang terpenting adalah selalu diulang. Saya menganut prinsip, Awalnya tidak bisa, dipaksa, terpaksa, bisa, dan terbiasa. Gara-gara itupulalah saya semakin akrab dengan teknologi.

Mempersiapkan kuliah daring terasa lebih berat daripada mengajar tatap muka. Kok bisa? Misalnya mempersiapkan presentasi, itu bisa sehari dua hari. Padahal kalau mengajar tatap muka tidak selama itu mempersiapkannya.

Sebagai emak-emak yang penuh perhitungan kecermatan saya pun harus jeli memilih provider internet untuk kebutuhan internet keluarga. Sampai beberapa lama kemudian pilihan saya jatuh pada IndiHome, internetnya Indonesia.

Tidak berapa lama saat harus daring, saya pada Maret 2020 lalu memilih layanan IndiHome. Waktu itu ada paket bulanan seharga Rp. 280 ribu untuk kapasitas 10 MB. Berkat layanan IndiHome sebagai internetnya Indonesia ini perkuliahan saya semakin lancar. Persiapan mengajar juga semakin maksimal.

Lebih hemat.

Dulu untuk pengeluaran internet sekitar Rp. 500.000 untuk keluarga. Lha sekarang kan cuma Rp. 318.000 setelah dinaikkan menjadi kapasitas 20 mbps. Itu pun bisa untuk 2 laptop dan 3 handphone. Duh, ekonomis banget. Maklum, emak-emak. Jadi beda sedikit aja bener-bener diperhitungkan.

 

Semakin Percaya Diri Membuat Konten

Kalau sebelum pandemi dulu saya hanya penikmat konten Youtube. Nah sekarang ini saya bisa punya konten sendiri di akun Youtube saya. Akun Yutube sudah berisi. Meskipun tidak banyak. Tapi lumayanlah.

Mengapa saya membuat video presentasi? Maksud saya sih agar mahasiswa semakin paham dengan materi. Maklum, saya mengampu matematika. Duh, kalau saat tatap muka saja masih banyak yang tidak mengerti. Apalagi kalau daring begini. Makanya, saya membuat video presentasi. Agar mereka bisa lebih paham. Sebenarnya tidak ada niatan agar akun Youtube saya banyak viewers-nya. Tidak ada.

 

Maksimal Menjadi Ibu Profesional

Sejak Maret 2020 saya menggunakan layanan IndiHome sebagai pendukung aktivitas saya. Mengajar tentu aktivitas utama. Selain itu, aktivitas di berbagai komunitas juga sangat terbantu dengan layakan internetnya Indonesia ini.

Saat ini saya tergabung di komunitas institut ibu profesional (IIP). Komunitas ini kumpulan ibu-ibu dari seluruh Indonesia bahkan luar negeri. Kegiatannya banyak. Kami semakin melek teknologi. Juga semakin disiplin. Bahkan dalam keseharian kami dianjurkan memiliki to – do -list.

Salah satu aktivitasnya adalah berkomunitas di hexagon city. Hexagon city merupakan sebuah komunitas berupa kota maya dengan segala isinya yang padat kreativitas. Jujur tidak pernah terbayangkan sebelumnya ada kota maya seproduktif ini dengan aktivitas yang nyata. Masuk menjadi bagian warga hexagon city adalah sebuah  tantangan yang luar biasa.

Di hexagon city saya bergabung dalam kelas  Business dan Marketing. Saya mengupgrade ilmu hampir setiap hari, mempersiapkan dan menulis materi yang akan dishare pada mitra bisnis, mengelola  grup mitra, persiapan untuk sharing online. Ya, saya juga menjalankan bisnis online di rumah. Maka kehadiran layanan internet IndiHome sangat membantu bisnis online saya itu. Selain itu, saya beberapa kali melakukan IG Live. Padahal, dulu tak kenal tuh yang namanya IG Live. IndiHome sebagai layanan #internetnyaIndonesia benar-benar mendukung Aktivitas Tanpa Batas kita.

Lesatkan Bisnis dengan IndiHome Mbois

Oktober 2020 saya mulai serius mengurus bisnis. Sebelumnya sudah menjalankan usaha rumahan. Tapi karena pandemi, harus kembang kempis itu bisnis. Lalu saya beralih ke bisnis online. Saya bergabung dengan bisnis britihs propolis (BP). Produk kesehatan yang bermutu tinggi.

Tak asal milih, ada empat hal yang membuat saya pilih bisnis ini.

Pertama, Produk Bermanfaat dan Bermutu. Berbisnis harus kita maknai sebagai aktivitas berbagi manfaat. Maka, produk yang kita bisniskan harus produk yang berkualitas dan mendatangkan kebaikan bagi orang lain. Jika orang mengetahui mutu dan merasakan manfaatnya mereka akan kembali mencari tanpa perlu kita tawarkan lagi.

Kedua, Repeat Order Tinggi. Karena produk kesehatan, british propolis akan terus dibutuhkan. Selama ini repeat order british propolis (BP) sangat tinggi. Kelihatan dari omzet setiap bulannya. 

Keempat, Margin Tinggi. Semakin banyak penjualan, untungnya pun semakin tinggi. Menjual 1 botol, untungnya Rp 70.000. Bahkan lebih. Menjalankannya pun santai. Nggak sesibuk dibandingkan usaha sebelumnya. Alhamdulillah, dalam waktu 5 bulan omset saya sudah mencapai ratusan juta.

Kelima, bukan MLM atau multi level marketing. Bisnis MLM memang sering dihindari. Nah, karena bisnis BP ini bukan MLM, peluang bisnis pun semakin terbuka lebar. Di bisnis ini, saat bergabung, tidak dibiarkan saja. Tapi dibina oleh mentor. Mentor bisnis Ippho Santosa, Mr. Joss, dan lainnya. Produk british propolis (BP) ini dipakai dan dindorse oleh puluhan artis, ulama, dan juga tokoh-tokoh nasional.

Internet Terjangkau untuk Aktivitas Tanpa Batas

IndiHome juga selalu meningkatkan layanannya. Salah satunya dengan menghadirkan Higher Speed Same Price (HSSP), yaitu memberikan penyesuaian kecepatan upload dan peningkatan kecepatan tanpa biaya tambahan (higher speed same price).

Saya telah merasakannya. Peningkatan kecepatan dari 10 mbps menjadi 20 mbps atau kenaikan 100 %-nya hanya dengan penambahan Rp. 13.000 saja. Sungguh terjangkau bukan? 

 Benar-benar Mbois untuk segala aktivitas tanpa batas. Mulai dari mengajar kuliah, aktivitas organisasi, bisnis, hingga pengembangan diri. Semuanya lancar tanpa hambatan berkat internet cepat dari IndiHome. IndiHome dipercaya sebagai layanan digital yang menyediakan Internet, Telepon Rumah dan TV Interaktif/IPTV (IndiHome TV) dengan beragam pilihan paket serta layanan tambahan yang bisa dipilih sesuai kebutuhan kita. Saat ini layanan IndiHome sudah tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Bahkan termasuk di daerah terpencil.